saat bragam kata memenuhi otak dan menjenuhkanku..
tenggorokan tercekat kata..
jika sebagian dari pribadiku bertentangan dengan hati dan teori
ribuan hurufpun hendak tumpah

namun isyarat menentukan lain
satu persatu kembali ke jantung
memompa darah

supaya nadi tetap berdenyut
supaya tangan tetap bergerak
supaya tetap bisa bicara
ku tenggelam dalam kebisuan..

biarkan kebisuan menghubungkan hati dengan hati..
mengeluarkan smua yg ada dalam jiwa..
biarkan kesunyian mengajarkan untuk menemukan arti dari apa yg ada di otakmu..

ada saatnya aku keluar dan menceritakan tentang kebisuan ini.