Duka bergelayut di awal hari
Ibu Pertiwi menampakkan wajah nestapa
Darah dan air mata kembali tumpah
Sang Garuda nampak tak berdaya

Sampai kapan ini akan berakhir
sudah tak adakah peri kemanusiaan
Darah dan airmata bagai tak bermakna
Martabat negeri ini makin terhina

Wahai dajal yang tak memiliki jiwa
Apa yang kau harap dari ini semua
Dengan menghalalkan segala cara
Kau tebarkan angkara murka

Wahai dajal yang tak memiliki jiwa
Sungguh biadab apa yang kau perbuat
Semoga Tuhan memberimu Laknat
Tak di terima dunia akhirat…

Tuhan ampunilah kami
Ampuni dosa dosa kami
Ampuni kesombongan kami
Ampuni bangsa kami
Terimalah disisiMu korban bencana ini

(Marriot, 17 Juli 2009)

Ungkapan suara hati yg tersimpan di laci.. sengaja di posting biar bloq ini ga sepi..

sudi kiranya tinggalin jejak ya..🙂