sembilan belas tahun lalu..

engkau menggetarkan jantungku..

terbetik di hati..

dikau harus jadi permaisuri hatiku.

perjalan panjangpun dimulai..

pertarungan hati dilalui..

kau selalu menghiasi mimpi dan hari-hariku..

dua belas tahun yang lalu..

cinta kita terpaut sakral..

menenggelamkan kita pada genangan bait-bait teduh

dan syair para malaikat

bidadari penghias hatiku..

bulir-bulir bening berkejaran dalam dekapan kasihmu

begitu erat mengunci, menutup katup-katup hatiku

dari makhluk-makhluk serupa di luar ragamu

makin terpedaya dalam bisikan-bisikan syurgamu

aku takkan pernah bisa berpaling

kaulah syurga duniaku

dua belas tahun sudah

kita bergumul diantara luasnya samudera

badai, gelombang silih berganti menyapa

ternyata tak mudah mewujud janji jadi nyata

gundah dan galau berkecamuk merasai takut

aku belum bisa menjadi Arjunamu

hanya mampu mengukir lirik2 perih

maafkan aku

senandungku “bersamamu sampai akhir hayatku”